Kupas Tuntas Cara Hidup Sehat di Masa Pandemi: TECHMinar Healthy Eating, Safe Activity, & Trending Sport Lifestyle

Posted By smartcomputerindo | 10 September 20 | Event

 

 

Cara hidup sehat di masa pandemi menjadi topik hangat yang kini diperbincangkan. Setiap orang memprioritaskan kesehatan dalam segala aktivitas. Keempat pakar lifestyle dan sport dalam TECHMinar Healthy Eating, Safe Activity, & Trending Sport Lifestyle berhasil menjawab kegelisahan dalam mencapai imunitas optimal saat pandemi.

 

Ayunova, ahli gizi dan fitness trainer menjelaskan empat pilar yang menjadi inti dari membangun cara hidup sehat di masa pandemi. Keempatnya adalah mengatur pola makan, berolahraga, menjaga kecukupan pola tidur, dan manajemen stress. Layaknya tiang penyangga pada sebuah bangunan, Ayunova menekankan pentingnya keempat elemen tersebut. Tak ada yang lebih diprioritaskan, keempatnya harus berjalan seirama.

 

Ia menyebutkan kesalahan mindset yang masih beredar hingga saat ini, yakni bahwa “diet” selalu dikaitkan dengan penurunan berat badan. Padahal, diet berarti “pengaturan pola makan”. Diet bisa dipakai untuk menurunkan atau menaikkan badan, maupun diet untuk menjaga kesehatan atau menghindari penyakit tertentu. Misalnya saja diet bagi penderita jantung atau diabetes.

 

Setiap diet atau pengaturan makanan sebaiknya mengacu pada Gizi Seimbang yang memperhatikan gizi (makro) dan sub gizi (mikro). Contoh pada unsur makro adalah karbohidrat, sementara sub gizinya berupa mineral. Ada banyak jenis karbo dan mineral yang bisa dipilih, yang paling penting adalah tetap memenuhi unsur tersebut dan tidak mencoretnya dari daftar menu harian. Menurut Ayunova, dalam membuat menu diet yang perlu diperhatikan adalah jenis dari sumber gizi dan sub gizi, cara mengolahnya, dan porsi atau jumlahnya.

Gilang Gumilang (Humas Bike2Work) dan Kevin Santoso (cyclist) membahas sepeda sebagai salah satu tren olahraga yang mencuat sejak pandemi. Keduanya menyepakati bahwa sepeda kini tak hanya dipandang sebagai sarana berolahraga, namun juga rekreasi dan bagian dari aktivitas harian. Sayangnya, banyak dari pesepeda anyaran yang belum mematuhi peraturan lalu lintas dan protokol kesehatan.

 

Kevin selaku pesepeda yang memahami kondisi di lapangan melihat bahwa sebetulnya telah ada aturan bike sharing. Misalnya membagi kelompok pesepeda setiap 10 orang agar tak tercipta kerumunan dan memakai jalur sepeda yang telah tersedia. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan pribadi sebelum melakukan aktivitas olahraga apapun. Menurutnya, bila merasa tidak fit atau kurang tidur, ada baiknya untuk istirahat dan off olahraga. Sepeda juga sebaiknya senantiasa disemprot dengan antiseptik sebagai tindakan pencegahan.

 

Gilang mengaku terus melakukan advokasi ke pemerintah untuk menambah jalur sepeda. Selain itu, ia juga melakukan edukasi terhadap para pesepeda agar semakin tertib dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya cara hidup sehat di masa pandemi, termasuk dalam hal bersepeda. Hal ini ia lakukan bersama koordinator Bike2Work di berbagai wilayah, dari Jawa hingga Papua dan Maluku.

 

Henry Threstanto (Technical Account Manager Samsung) dan Julita Saragih (CEO dan Co-Founder Rudy Project Indonesia) membahas equipment tambahan yang sebaiknya dimiliki setiap pesepeda. 

 

Kacamata adalah salah satu perlengkapan wajib bagi pesepeda untuk menjaga mata dari debu, keringat, dan mencegah penularan COVID-19. Rudy Project memperkenalkan beberapa produk andalannya yang senantiasa mempertimbangkan setiap inovasi berdasarkan rekomendasi dari atlet profesional.

 

Salah satunya kacamata pesepeda yang memiliki ventilator untuk mencegah embun dan nosetip yang dapat diatur sesuai keinginan. Selain itu, perusahaan ini juga menawarkan helm sebagai sarana keamanan untuk mencegah benturan dan gegar otak bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan.

 

Samsung membuat terobosan lewat Galaxy Smartwatch yang baru saja diluncurkan. Mereka memasang beragam fitur health monitoring dan fitness tracker. Keduanya sangat berguna sebagai salah satu cara hidup sehat di masa pandemi. Pasalnya, dua fitur tersebut mampu mendeteksi kondisi tubuh sekaligus mengukur kapasitas saat melakukan olahraga.

 

Kelima speaker menyepakati adanya kemungkinan tren sepeda berlanjut setelah pandemi. Kebanyakan penjajal tren ini berpotensi melanjutkan aktivitas olaraga ini sebagai hobi maupun bagian dari keseharian mereka.