Scale Up Your Skill in Startup Company, Apa yang Dibutuhkan untuk Bekerja di Perusahaan Rintisan?

Posted By smartcomputerindo | 15 February 21 | Event

Bagaimana cara meningkatkan skill untuk terjun di dunia startup? Kita harus menyeimbangkan technical skill dengan soft skill kita. Pernyataan tersebut adalah sedikit tips untuk memasuki dunia startup dari TECHMinar Kreen Indonesia Scale Up Your Skill in Startup Company.

 

Selain memperkuat ilmu di bidang yang kita kuasai, kita juga harus meningkatkan kemampuan presentasi, menulis, kerjasama tim, problem solving, dan etos kerja

 

Menurut Kherin, Marketing Support di Realme Indonesia, kita bisa memperkaya skill ini dengan belajar dari buku, online course, maupun hal sederhana seperti menonton film. Setelah menambah skill baru, kita pun harus mempertahankannya dengan mempraktikkan skill tersebut terus menerus dan menulis progress atau kegiatan yang telah dilakukan untuk mengembangkan skill.

 

Angeline Wu (Head of Business Development Aplikasi Super) menambahkan pentingnya mempelajari bidang-bidang dalam sebuah perusahaan rintisan sebelum memutuskan untuk melamar pekerjaan di sana. Bidang-bidang yang dimaksud antara lain yakni finance, marketing, product, operation, legal, technology, maupun business development. Begitu kita memahami bidang yang cocok untuk kita, saatnya menerapkan effective development stages.

 

Berdasarkan pemaparan Angeline, tahapan tersebut terdiri atas awareness, acceptance, vision building, business planning, dan evaluation. Setelah kita memahami siapa diri kita, termasuk motivasi, kemampuan, kelebihan, dan kekurangan diri, saatnya menentukan tujuan jangka panjang untuk pribadi maupun sumbangsih yang bisa diberikan ke perusahaan. Tujuan tersebut dibreakdown lagi menjadi aktivitas-aktivitas kecil atau KPI untuk dicapai dan kemudian dievaluasi setelahnya.

 

Sherly Anggraini (OTA Manager, Startup Enthusiast) menjelaskan secara spesifik tentang bidang data analyst. Menurutnya, kehadiran seorang analis data akan membuat data jadi lebih mudah terbaca dan tergambar sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Tentu hal ini sangat krusial mengingat lingkungan startup yang dinamis dan berubah-ubah.

 

Data analysis dilakukan untuk menjawab pertanyaan, menganalisis keberhasilan suatu strategi dan seluk-beluknya, hingga mempengaruhi keputusan harian dan post-mortem analysis. Beberapa tools yang dipakai untuk menganalisis data adalah SQL, Excel, Power BI, Pivot yang disesuaikan oleh kebutuhan perusahaan dan skill yang dimiliki. 

 

Beberapa jenis data analysis adalah descriptive analysis, predictive analysis, dan prescriptive analysis. Analisis deskriptif akan memberitahu kita apa yang terjadi di masa lalu alias tren di masa lampau, bisa dalam bentuk post mortem analysis atau weekly report. Predictive analysis memberitahu apa yang akan terjadi di masa depan, forecast yang didasarkan pada pace dan historical data. Sementara, prescriptive analysis adalah suatu rencana yang dapat kita eksekusi berdasarkan analisis deskriptif.

 

Bila Sherly banyak membicarakan aspek teknis, Novia Halim (Talent Acquisition and Employer Branding Lamudi.co.id) membahas pentingnya komunikasi dalam sebuah startup. Hal ini berhubungan dengan 3 traits penting yang sebaiknya dimiliki oleh orang yang ingin bekerja di perusahaan rintisan. Ketiganya adalah proactivity, self-starter (individu yang bisa ambil inisiatif tanpa menunggu arahan), dan agile. Menurut Novia, komunikasi yang baik akan membuat kita lebih mudah menyampaikan ide atau aspirasi ke tim atau manager

 

Apa yang harus difokuskan untuk meningkatkan skill komunikasi? Berdasarkan pemaparan Novia, kita harus belajar menyampaikan sesuatu secara singkat, padat, dan jelas. Kita juga harus mampu mempraktikkan active listening, tak sekedar mendengar untuk menjawab. Jangan pula terburu-buru untuk merespon segala sesuatu. Selain itu, body language dan praktik secara konsisten juga perlu diperhatikan.

 

Research sangat penting dilakukan sebelum melamar ke start up. Perhatikan value yang dipegang perusahaan dan tonjolkan hal tersebut dalam CV atau portfolio hingga proses interview. Tampakkan antusiasme dan ketertarikan secara wajar dengan bertanya mengenai company, role, atau culture dalam perusahaan. Sherly menambahkan pentingnya kemampuan problem solving karena seringkali kandidat ditanyai tentang penyelesaian masalah mengenai sebuah kasus dalam wawancara mereka. 

 

Angeline Wu menceritakan pentingnya kehadiran mentor berdasarkan pengalamannya. Ia mengaku diskusi dan bertukar insight sangat membantunya berkembang. Novia pun menyetujui hal tersebut dan menambahkan bahwa kita tak perlu takut untuk reach out calon mentor via media sosial selama melakukannya dengan sopan, jelas, dan profesional.

 

Time management dan priority management juga menjadi elemen penting dalam startup. Kherin berusaha untuk tidak menunda pekerjaan sementara Sherly menerapkan metodologi getting things done. Untuk membangun sebuah skill, dibutuhkan kesabaran dari segi komitmen maupun waktu. Novia menekankan pentingnya memiliki mindset untuk tak tergesa dan terburu-buru ingin segera mencapai skill secara instan.